Jumat, 27 Februari 2015

TRAGEDI 97



Tragedy berdarah ‘97
Ketika ku ingat kembali 
Kejadian masa  lalu
Dimana aku dan sahabatku
Menunggangi  sepeda menyusuri jalan
Jalan berbatu dan berlubang

Aku tahu usiaku saat itu
Muda belia,,
Aku was-was
Aku khawatir saat itu,
Aku tak tahu apa yang kan terjadi

Ketika kulihat disana
Serombongan orang-orang
Liar,ganas dan beringas
Membuat aku lingsut
Seolah-olah aku seekor keong

Kukayuh sepeda akibo ku
Dengan seragam putih biru
Kulalui jalan beraspal
Dengan keringat bercucuran
Aku ketakutan,aku gelisah
Aku tak tahu,
Apa kan terjadi

Suara riuh orang-orang
Menangis,menjerit
Rasa mual ku rasa
Saat mencium aroma anyir
Yang melintas saat truk
Melewati kami

Aku tak kuasa
Melihatnya……
Sesekali ku pegang leherku
Yang mungil dan  putih

Sesekali ku tengok kesana
Sahabat- sahabatku ………
Debby,Chui hendra,Cu bui liong,
Agung Prasetio ,Herkulanus indra ……
Mereka sahabat yang selalu ada
Selalu bersama di setiap perjalanan

Di sisi lain ku lihat
Sahabatku yang ada……
Supriyani,Kristina uar,Mimi ……
Apakah mereka ada
Apakah mereka mengikuti
Setiap jejak kami?

Aku cemas tat kala
Melewati pekuburan katholik,
Inikah ajalku,,,,,
Inikah hari terakhir buatku
              Aku berserah,,
              Kepada sang maha kuasa
              Sang penolong kami.
             
               By. Hendra bahari singkawang
              (Puisi ini buat sahabat-sahabat ku yang ku sayangi,,,,)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar