Tragedy
berdarah ‘97
Ketika ku
ingat kembali
Kejadian
masa lalu
Dimana aku
dan sahabatku
Menunggangi sepeda menyusuri jalan
Jalan berbatu
dan berlubang
Aku tahu
usiaku saat itu
Muda belia,,
Aku was-was
Aku khawatir
saat itu,
Aku tak tahu
apa yang kan terjadi
Ketika
kulihat disana
Serombongan
orang-orang
Liar,ganas
dan beringas
Membuat aku
lingsut
Seolah-olah
aku seekor keong
Kukayuh
sepeda akibo ku
Dengan
seragam putih biru
Kulalui jalan
beraspal
Dengan
keringat bercucuran
Aku
ketakutan,aku gelisah
Aku tak tahu,
Apa kan
terjadi
Suara riuh
orang-orang
Menangis,menjerit
Rasa mual ku
rasa
Saat mencium
aroma anyir
Yang melintas
saat truk
Melewati kami
Aku tak kuasa
Melihatnya……
Sesekali ku
pegang leherku
Yang mungil
dan putih
Sesekali ku
tengok kesana
Sahabat-
sahabatku ………
Debby,Chui
hendra,Cu bui liong,
Agung
Prasetio ,Herkulanus indra ……
Mereka
sahabat yang selalu ada
Selalu
bersama di setiap perjalanan
Di sisi lain
ku lihat
Sahabatku
yang ada……
Supriyani,Kristina
uar,Mimi ……
Apakah mereka
ada
Apakah mereka
mengikuti
Setiap jejak
kami?
Aku cemas tat
kala
Melewati
pekuburan katholik,
Inikah
ajalku,,,,,
Inikah hari
terakhir buatku
Aku berserah,,
Kepada sang maha
kuasa
Sang penolong
kami.
By. Hendra
bahari singkawang
(Puisi ini buat
sahabat-sahabat ku yang ku sayangi,,,,)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar