Jumat, 27 Februari 2015

syair seorang petani



Syair  Seorang Petani

Ku Jejaki Jalan Setapak
Penuh Lumpur Coklat Nan Hitam
Ku Lewati  Setiap Parit
Yang Berisi Air Kotor Dan Berbau
Demi Sesuap  Nasi Kehidupan
Yang Ku Bawa Kerumah

Keringat Yang Bercucuran
Membasahi Sekujur Tubuh
Rasa Letih Kaki Yang Menggauliku
Tak Ku Hiraukan
Mengejar Waktu Yang Telah Tiba

Setiap Kibasan Parang
Kubawa Tuk Temaniku
Walau Kadang Terluka
Tak Membuat Berpatah Arang

Terik Panas Sang Surya
Bukanlah Hambatan
Tapi Sinar Itu
Memberi  Kehangatan  Bagiku
Agar Esok Aku Kembali
Ketempat Jauh Yang Tersembunyi
Jejak-Jejak Kakiku
Membekas Dan Tertoreh Di Lumpur Kotor
Yang Menandakan Aku
Telah Pulang……
Kembali Kemaha Suci.

By.Hendra Bahari Singkawang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar