Syair Seorang
Petani
Ku Jejaki Jalan Setapak
Penuh Lumpur Coklat Nan Hitam
Ku Lewati Setiap
Parit
Yang Berisi Air Kotor Dan Berbau
Demi Sesuap Nasi
Kehidupan
Yang Ku Bawa Kerumah
Keringat Yang Bercucuran
Membasahi Sekujur Tubuh
Rasa Letih Kaki Yang Menggauliku
Tak Ku Hiraukan
Mengejar Waktu Yang Telah Tiba
Setiap Kibasan Parang
Kubawa Tuk Temaniku
Walau Kadang Terluka
Tak Membuat Berpatah Arang
Terik Panas Sang Surya
Bukanlah Hambatan
Tapi Sinar Itu
Memberi
Kehangatan Bagiku
Agar Esok Aku Kembali
Ketempat Jauh Yang Tersembunyi
Jejak-Jejak Kakiku
Membekas Dan Tertoreh Di Lumpur Kotor
Yang Menandakan Aku
Telah Pulang……
Kembali Kemaha Suci.
By.Hendra Bahari Singkawang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar