Sajak Seorang Penyiar
Bersuara tak terlihat
Setiap hari kau
berucap
Setiap kata dan
kalimat
Ku ucapkan penuh makna
Membuat hati rindu di
kalbu
Awal pagi kutlah lalui
Jumpa pendengar
Setia mu…
Tapi mungkinkah
Mereka tahu?
Siapa aku?
Bahagiakah aku?
Sehatkah aku?
Semua tak ada yang
tahu
Senyum sendiri
Tawa sendiri
Kadang terjadi
Itulah yang aku rasa
Walau ku tahu
sakitku disini
Alunan Lagu
Liukan mikropon tua
Kau jadikan teman
baikmu
Tak bosan dengan
ocehanmu
Hati yang menderita
Dengan sejuta beban
Tak pernah terpikir
Dalam otak mereka yang mendengarmu
Kau tetap berikan
senyuman
Dan suara merdumu
Buat mereka yang kau
rindu.
By,hendra bahari
singkawang 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar