Jumat, 27 Februari 2015

sajak seorang penyiar



Sajak Seorang Penyiar

Bersuara tak  terlihat
Setiap hari kau berucap
Setiap kata dan kalimat
Ku ucapkan penuh makna
Membuat hati rindu di kalbu
                     
Awal  pagi kutlah lalui
Jumpa pendengar
Setia mu…
Tapi mungkinkah
Mereka tahu?
Siapa aku?
Bahagiakah aku?
Sehatkah aku?
Semua tak ada yang tahu

Senyum sendiri
Tawa sendiri
Kadang terjadi
Itulah yang aku rasa
Walau ku tahu sakitku  disini

Alunan Lagu
Liukan mikropon tua
Kau jadikan teman baikmu
Tak bosan dengan ocehanmu

Hati yang menderita
Dengan sejuta beban
Tak pernah terpikir
Dalam  otak mereka yang mendengarmu
Kau tetap berikan senyuman
Dan suara merdumu
Buat mereka yang kau rindu.

By,hendra bahari singkawang 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar