Minggu, 08 Maret 2015

berat badan



Cara Efektif Menambah Berat Badan Secara Cepat dan Aman yang akan saya share ini merupakan artikel lanjuta dari artikel sebelumnya yang berjudul "Inilah 7 Penyebab Badan Anda Kurus!". Nah, bagi anda yang ingin tahu hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan badan anda kurus, anda bisa baca artikel tersebut, karena dalam artikel tersebuut saya sudah membahas tentang apa saja hal yang bisa menjadi penyebab mengapa bandan anda kurus.
9 Cara Efektif Menambah Berat Badan Secara Cepat dan Aman!


Mempunyai tubuh yang ideal tentu saja menjadi impian bagi setiap orang, karena dengan mempunyai tubuh yang ideal kita akan merasa lebih percaya diri misalnya dalam bergaul. Apalagi untuk kaum pria, biasanya wanita lebih menyukai pria yang badannya lebih berisi dan beroto, karena mungkin lebih terlihat keren. Eits, tapi tenang, itu bukan berarti tidak ada kesempatan untuk kita yang berbadan kurus, mengapa? Karena kali ini saya akan berbagi tips ampuh bagaimana cara menambah berat badan agar tubuh kita terlihat ideal dan sehat, penasaran? Yuk kita simak beberapa tips menambah berat badan berikut ini :

1. Perbanyak Minum Air Putih
Kita awali dengan hal terkecil, misalnya seperti minum air. Banyak orang yang kurang mementingan minum air putih dan biasanya mereka lebih memilih minuman bersoda seperti minuman suplement atau bahkan minuman beralkohol dsb. Padahal tanpa mereka sadari secara tidak langsung mereka juga telah merusak tubuh mereka sendiri karena seperti yang sudah saya jelaskan dalam postingan sebelumnya, bahwa yang namanya air selain air putih biasanya sudah mengandung berbagai zat kimia yang mungkin saja dapat berbahaya bagi tubuh. Jadi biasakanlah minum air putih, terutama dipagi hari setiap kali anda bagun tidur usahakan anda minum air putih minimal 3 - 5 gelas. Mengapa? Karena semakin banyak mengkonsumsi air putih maka tubuh kita akan semakin sehat, kemudian proses pencernaan dalam tubuh kitapun ikut membaik sehingga makanan akan lebih bisa menyerap gizi yang terdapat dalam makanan secara sempurna. 

2. Kunyah Makan Anda Sampai Halus
Mengunyah makan sampai halus juga terlihat sepele bukan? Tapi tahukah anda, mengunyah makanan sampai halus juga dapat membantu proses penambahan berat badan karena dapat membantu mempermudah tubuh anda dalam mencerna makan. Apalagi jika makanan yang kita makan agak keras, sehingga sulit untuk dicerna tubuh anda. so, kunyalah makanan anda sampai halus.

3. Istirahat Yang Cukup dan Kurangi Begadang
Seperti kata bung Haji Rhoma Irama begadang jangan begadang kalau tiada artinya, begadang boleh saja kalau ada perlunya hehe. Yup, jika anda benar-benar berniat untuk menambah berat badan anda sebaiknya kurangi  atau bahkan stop begadang, kecuali jika anda memang benar-benar ada urusan penting. Tubuh kita bukan robot, robot saja bisa habis batrai dan mati apalag tubuh kita, jika kita banyak begadang kapan tubuh kita akan istirahat? Sedangkan istirahat itu penting untuk membantu memulihkan dan memperbaiki fungsi-fungsi organ tubuh anda.

4. Makan Secara Teratur
Usahakan agar anda setiap hari makan dengan teratur. Selalu sarapan di pagi hari, makan siang tepat waktu kemudian makan malam. Dan di antaranya dapat diselingi makanan tertentu. Namun ingat jangan terlalu berlebihan.

5. Minum Susu Secara Rutin
Jika memungkinkan biasakanlah minum susu karenaselain sehat juga dapat menambah berat badan anda, khususnya susu full cream. Disarankan untuk minum susu jenis full cream dua kali sehari. Susu juga termasuk yang terpenting yang harus kita konsumsi, karena termasuk kedalam makanan 4 sehat 5 sempurna.

6. Kurangi Atau Bahkan Berhenti Merokok
Bagi pecandu rokok, mungkin berhenti merokok 1 hari saja akan terasa sangat berat. Namun tahukan anda selain berbahaya bagi tubuh, rokok juga dapat menyebabkan badan anda menjadi kurus karena nafsu makan anda akan berkurang. Jadi berhentilah merokok, karena selain membahayakan diri sendiri rokok juga dapat membahayakan orang disekitar kita jika asapnya terhisap.

7. Lakukan Olahraga Secara Teratur
Nah, mungkin ini salah satu penyebab mengapa badan anda kurus, yaitu anda jarang olahraga. Jika anda sudah meakukan tips dari no 1 - no 6 dan masih belum ada perkembangan, mungin saja anda melupakan hal yang satu ini. Tahukan anda, meskipun anda banyak mengkonsumsi makanan sehat, tidur secara teratur, tapi anda jaranng olahraga, maka usaha anda akan percuma, karena harus diimbangi dengan olahraga yang teratur. Caranya manfaatkan setiap hari libur anda untuk olahraga minimal lari / jogging dipagi hari.

8. Dengan Obat Alami dengan Kunyit dan Kelapa
Nah, tips menambah berat badan berikut ini masih jarang yang mengetahui padahal ini sangat ampuh menambah berat badan. Ok lakukan langkah berikut ini :
a. Bahan-bahan :
·         Beberapa kunyit
·         1 Buah Kelapa
·         Air
b. Cara Pembuatan :
·         Parut kunyit sampai halus
·         Kemudian ambil air perasan dari kunyit tersebut
·         Parut kelapa yang sudah disediakan
·         Kemudian ambil air santannya
·         Setelah itu, campurkan air perasan kunyit dan kelapa 
·         Kemudian anda rebus / panaskan beberapa menit
·         Terkahir, anda minum obat alami tersebut setiap sebelum anda tidur, lakukan langkah ini secara teratur maka insyaalloh anda akan segera melihat hasilnya

9. Periksa Kesehatan Anda
Jika sebelumnya badan anda gemuk kemudian tiba-tiba menjadi kurus, maka cobalah periksa kesehatan anda ke dokter. Karena bisa jadi anda mengidap suatu penyakit yang menyebabkan badan anda kurus.  


Bagaimana, apakah anda benar-benar ingin mempunyai tubuh yang ideal? Maka lakukanlah tips-tips menambah berat badan yang sudah saya sebutkan diatas, dan mulai sekarang anda harus bisa mengatur pola hidup anda. Jalani pola hidup sehat agar kesehatan anda tetap terjaga. Sehat itu murah tapi ketika anda sakit, maka setidaknya anda harus mengeluarkan uang untuk berobat ke dokter. Maka dari itu sayangi tubuh anda dengan menjalani pola hidup sehat, agar kesehatan anda tetap terjaga. Demikian 9 Cara Efektif Menambah Berat Badan Secara Cepat dan Aman, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Terimakasih telah berkunjung :

fonologi



 
FONOLOGI
Fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis dan
membicarakan runtutan bunyi
-
bunyi bahasa. Fonologi terbentuk dari kata fon = bunyi
dan logi = ilmu.
Menurut hierarki satuan bunyi yang me
njadi objek studinya, fonologi dibedakan menjadi:
1.
Fonetik yaitu cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa
memperhatikan apakah bunyi
-
bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda
makna atau tidak.
2.
Fonemik yaitu cabang studi fonologi yang
mempelajari bunyi bahasa dengan
memperhatikan fungsi bunyi tesebut sebagai pembeda.
4.1 FONETIK
adalah bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan
apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.
Menurut te
rjadinya bunyi bahasa itu, fonetik dibedakan menjadi :
1.
Fonetik Artikularis / Fonetik Organis / Fonetik Fisiologis
Mempelajari bagaimana alat
-
alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan
bunyi bahasa, serta bagaimana bunyi
-
bunyi itu diklasifikasikan.
2.
Fone
tik Akustik
Mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau feomena alam.
3.
Fonetik Auditoris
Mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga
kita.
4.1.1 Alat Ucap
Nama
-
nama alat ucap yang terlibat dalam produksi buny
i bahasa :
1.
Paru
-
paru (lung)
2.
Batang tenggorok (trachea)
3.
Pangkal tenggorok (larynx)
4.
Pita suara (vocal cord)
5.
Krikoid (cricoid)
6.
Tiroid (thyroid) atau lekum
7.
Aritenoid (arythenoid)
8.
Dinding rongga kerongkongan (wall of pharynx)
9.
Epiglotis (epiglottis)
10.
Akar lidah (
root of the tongue)
11.
Pangkal lidah (back of the tongue, dorsum)
12.
Tengah lidah (middle of the tongue, medium)
13.
Daun lidah (blade of the tongue, laminum)
14.
Ujung lidah (tip of the tongue, apex)
15.
Anak tekak (uvula)
16.
Langit
-
langit linak (soft palate, velum)
17.
Langit
-
la
ngit keras (hard palate, palatum)
18.
Gusi, lengkung kaki gigi (alveolum)
19.
Gigi atas (upper teeth, dentum)
20.
Gigi bawah (lower teeth, dentum)
21.
Bibir atas (upper lip, labium)
22.
Bibir bawah (lower lip, labium)
23.
Mulut (mouth)
24.
Rongga mulut (oral cavity)
25.
Rongga hidung (na
sal cavity)
4.1.2 Proses Fonasi
Terjadinya bunyi bahasa dimulai dengan proses pemompaan udara keluar dari paru
-
paru melalui pangkal tenggorok ke pangkal tenggorok, yang di dalamnya terdapat pita
suara yang harus berada dalam posisi terbuka,melalu
i rongga mulut atau rongga hidung,
udara diteruskan ke udara bebas.
4.1.3 Tulisan Fonetik
Tulisan fonetik dibuat berdasarkan huruf
-
huruf dari aksara Latin, yang ditambah
dengan sejumlah tanda diakritik dan sejumlah modifikasi terhadap huruf Latin
itu.
4.1.4 Klasifikasi Bunyi
Bunyi bahasa dibedakan atas vocal dan konsonan. Beda terjadinya bunyi vocal dan
konsonan adalah arus udara dalm pembentukan bunyi vocal, setelah melewati pita suara,
tidak mendapat hambatan apa
-
apa, sedangkan pembent
ukan bunyi konsonan, arus udara
itu masih mendapat hambatan atau gangguan.
4.1.4.1 Klasifikasi Vokal
Berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut, vocal
-
vokal itu diberi nama :
[i] adalah vokal depan tinggi tak bundar
[e] adalah vokal depan tengah tak bund
ar
[
∂] adalah vokal pusat tengah tak bundar
[o] adalah vokal belakang tengah bundar
[a] adalah vokal pusat rendah tak bundar
4.1.4.2 Diftong Atau Vokal Rangkap
Karena posisi lidah ketika memproduksi bunyi ini pada bagian awalnya dan
bagian akhirnya tid
ak sama. Berdasarkan letak atau posisi unsur
-
unsurnya,
Diftong dibedakan menjadi :
1.
Diftong niak, karena bunyi pertama posisinya lebih rendah dari posisi bunyi
yang kedua.
2.
Diftong turun, karena posisi bunyi pertama lebih tinggi dari posisi bunyi
kedua.
4.1.
4.3 Klasifikasi Konsonan
Dibrdakan berdasarkan 3 patokan / criteria :
1.
Berdasarkan posisi pita suara :
a.
Bunyi bersuara, apabila pita suara hanya terbuka sedikit, sehingga
terjadi getaran pada pita suara.
b.
Bunyi tidak bersuara, apabila pita suara terbuka agak
lebar, sehingga
tidak ada getyaran pada pita suara.
2.
Berdasarkan tempat artikulasinya :
a.
Bilabial, konsonan yang terjadi pada kedua belah bibir, bibir bawah
merapat pada bibir atas.bunyi [b], [p], dan [m].
b.
Labiodental, konsonan yang terjadi pada gigi bawah
dan bibir atas,
gigi bawah merapat pada bibir atas, bunyi [f] dan [v].
c.
Laminoalveolar, konsonan yang terjadi pada daun lidah dan gusi, daun
lidah menempel pada gusi, bunyi [t] dan [d].
d.
Dorsovelar, konsonan yang terjadi pada pangkal lidah dan vlum langit
-
la
ngit lunak, bunyi [k] dan [g].
3.
Berdasarkan cara artikulasinya :
a.
Hambat (letupan, plosive, stop), bunyi [p], [b], [t], [d], dan [g].
b.
Geseran atau frikatif, bunyi [f], [s], dan [z].
c.
Paduan atau frikatif, bunyi [c] dan [j].
d.
Sengauan atau nasal, bunyi [m], [n]
, dan [
η].
e.
Getaran atau trill, bunyi [r].
f.
Sampingan atau lateral, bunyi [l].
g.
Hampiran atau aproksiman, bunyi [w] dan [y].
4.1.5 Unsur Suprasegmental
Dalam suatu runtutan bunyi yang sambung
-
bersambung terus
-
menerus diselang
-
seling dengan jeda singkat ata
u agak singklat, disertai dengan keras lembut bunyi, tinggi
rendah bunyi, panjang pendek bunyi, ada bunyi yang dapat disegmentasikan yang disebut
bunyi segmental.
4.1.5.1 Tekanan atau Stres
Menyangkut masalah keras lunaknya bunyi.
4.1.5.2 Nada atau Pitch
Berkenaan dengan tinggi rendahnya bunyi.
4.1.5.3 Jeda atau Persendian
Berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar.
1.
Jeda antar kata, diberi tanda ( / )
2.
Jeda antar frase, diberi tanda ( // )
3.
Jeda antar kalimat, diberi tanda ( # )
4.1.6 Silabel
Silabel atau suku kata adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau
runtutan bunyi ujaran. Satu silabel meliputi satu vokal, atau satu vokal dan satu konsonan
atau lebih.
4.2 FONEMIK
adalah bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membe
dakan makna kata. Objek
penelitian fonemik adalah fonem.
4.2.1 Identifikasi Fonem
Untuk mengetahui apakah sebuah bunyi fonematau bukan, kita harus mencari
sebuah satuan bahasa, biasanya sebuah kata, yang mengandung bunyi tersebut, lalu
membanding
kannya dengan satuan bahasa lain yang mirip dengan bahasa pertama, kalau
kedua satuan bahasa itu berbeda maknanya, berarti bunyi tersebut adalah fonem.
4.2.2 Alofon
adalah dua buah bunyi dari sebuah fonem yang sama. Alofon
-
alofon dari sebuah
fone
m memiliki kemiripan fonetis, banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapannya.
Distribusi alofon bisa bersifat komplementer dan bebas.
Distribusi komplementer / distribusi saling melengkapi adalah distribusi yang
tempatnya tidak bisa dipertukarkan d
an bersifat tetap pada lingkungan tertentu.
Distribusi bebas adalah bahwa alofon
-
alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan
lingkungan bunyi tertentu.
Alofon adalah realisasi dari fonem, maka dapat dikatakan bahwa fonem bersifat
abstrak
karena fonem hanyalah abstraksi dari alofon itu dan yang konkret atau nyata ada
dalam bahasa adalah alofon itu, sebab alofon itulah yang diucapkan.
4.2.3 Klasifikasi Fonem
Kriteria klasifikasi terhadap fonem sama dengan criteria yang dipakai unt
uk
klasifikasi bunyi (fon) dan panamaan fonem juga sama dengan penamaan bunyi.
4.2.4 Khazanah Fonem
adalah banyaknya fonem yang terdapat dalam satu bahasa. Jumlah fonem yang
dimiliki suatu bahasa tidak sama jumlahnya dengan yang dimiliki bahasa l
ain.jumlah
fonem bahasa Indonesia ada 24 buah, terdiri dari 6 buah fonem vokal (a, i. u, e,
∂, dan o)
dan 18 fonem konsonan (p, t, c, k, b, d, j, g, m, n, n, η, s, h, r, l, w, dan z).
4.2.5 Perubahan Fonem
Sebuah fonem dapat berbeda
-
beda tergantung pada lingkungannya atau pada
fonem
-
fonem lain yang berada disekitarnya. Perubahan yang te
rjadi pada fonem bersifat
fonetis, tidak mengubah fonem itu menjadi fonem lain.
Beberapa kasus perubahan finem antara lain :
4.2.5.1 Asimilasi dan Disimilasi
Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain
sebagai akibat dari bu
nyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi itu sama
atau mempunyai cirri
-
ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya.
Dalam proses disimilasi, perubahan itu menyebabkan dua buah fonem yang sama
menjadi berbeda atau berlainan.
4.2.5.3 Umlaut, Ablaut
, dan Harmoni Vokal
Umlaut
= perubahan vokal sedemikian rupa sehingga vokal iti diubah menjadi
vokal yang lebih tinggi sebagai akibat dari vokal berikutnya yang tinggi.
Ablaut
= perubahan vokal yang kita temikan dalam bahasa
-
bahasa Indo Jerman
untuk menand
ai pelbagai fungsi gramatikal.
Harmoni vokal atau keselarasan vokal terdapat dalam bahasa Turki yang
berlangsung dari kiri ke kanan atau dari silabel yang mendahului ke arah silabel
yang menyusul
4.2.5.4 Kontraksi
adalah hilangnya sebuah fonem atau lebih
yang menjadi satu segmen dengan
pelafalannya sendiri
-
sendiri.
4.2.5.5 Metatesis dan Epentesis
Proses metatesis mengubah urutan fonem yang terdapat dalam suatu kata.
Proses epentesis sebuah fonem tertentu, biasanya yang homorgan dengan
lingkungannya, dis
isipkan ke dalam sebuah kata.
4.2.6 Fonem dan Grafem
1.
Grafem e dipakai untuk melambangkan dua buah foe
\
nem yang berbeda,
yaitu fonem /e/ dan fonem /
∂/.
2.
Grafem p selain dipakai untuk melambangkan fonem /p/, juga dipakai untuk
melambangkan fonem /b/ untuk alofon /p/.
3.
Grafem v digunakan juga untuk melambangkan fonem /f/ pada beberapa kata
tertentu.
4.
Grafem t selain digunakan unt
uk melambangkan fonem /t/ digunakan juga
untuk melambangkan fonem /d/ untuk alofon /t/.
5.
Grafem k selain digunakan untuk melambangkan fonem /k/ digunakan juga
untuk melambangkan fonem /g/ untuk alofon /k/ yang biasanya berada pada
posisi akhir.
6.
Grafem n sel
ain digunakan untuk melambangkan fonem /n/ digunakan juga
untuk melambangkan posisi /n/ pada posisi di muka konsonan /j/ dan /c/.
7.
Gabungan grafem maih digunakan : ng untuk fonem /η/; ny untuk fonem /n/;
kh untuk fonem /x/; dan sy untuk fonem /
∫/.
8.
Bunyi glottal stop diperhitungkan senagai alofon dari fonem /k/; jadi,
dilambangjan dengan grafem k.